aQ ingin seperti Zulaikha. . . . .
yang mampu menahan hasrat untuk bermuajahah di hadapan yusuf yang santun nan rupawan
meskipun rindu menyeruak, merentakkan jantung menghancurkan hati menjadi kepingan-kepingan yang anginpun tak mampu membawanya di hadapan seorang yusuf,
hanya demi mempertahankan martabatnya sebagai gadis yang mempunyai harga lebih tinggi bahkan dapat setinggi langit ke tujuh,
zulaikha rela mengabaikan perasaannya hingga tetesan air mata membasahi pelupuk mata. . . . .
mampukah. . . . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar